Mapala Tidak Pensiun!

Penatualang.id – Menjadi seorang kader Mapala atau Mahasiswa Pecinta Alam tentunya tidak akan pernah pensiun. Karena status keanggotaannya seumur hidup.

Memang, setelah pimpinan perguruan tinggi menggeser posisi tali toga, pada saat itulah status kemahasiswaan kita telah berakhir.

Namun nyatanya! Tugas dan tanggung jawab sebagai seorang kader dari organisasi Mapala tidak akan pernah selesai.

Lebih dari itu! Peran seorang kader Mapala terhadap organisasi justru bertambah lebih besar setelah menjadi alumni dari perguruan tinggi.

Bagaimana tidak, selain memiliki tugas untuk terus melahirkan para generasi muda yang peka terhadap lingkungan, seorang kader juga harus mengimplementasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Tentu hal ini bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dijalani. Dalam mengimplementasikan kedua hal tersebut, kita harus pandai untuk membagi waktu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab tersebut.

Terlebih lagi, dalam menjalankan kedua hal tersebut kita akan bertemu dengan tuntutan masa depan yang terus menekan perekonomian dalam keseharian kita.

Ini bukanlah perkara mudah sahabat pena. Namun sejatinya, seorang kader Mapala mempunyai peran yang sangat penting dalam keberlangsungan roda organisasi.

Usia Tua Kader Mapala

Apakah memasuki saat lanjut usia seorang kader Mapala akan merasakan momentum purnabakti? tentu saja tidak. Karena, dalam ruang lingkup kepecinta alaman setiap kader Mapala telah terbalut dengan sebuah kode etik pecinta alam.

Adapun kode etiknya sebagai bertikut.

PENCINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA.

PENCINTA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT INDONESIA SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR.

PENCINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA PENCINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH YANG MAHA ESA.

Ketiga poin tersebut telah diikrarkan oleh setiap anggota saat pertama masuk dalam organisasi Mapala, dan hal ini tidak akan mungkin untuk ditinggalkan.

Apakah seorang kader Mapala terus melakukan inovasi terhadap organisasinya meskipun telah lanjut usia? Hal itu sudah sangat pasti. Selain menggugurkan tugas dan tanggung jawab, dengan melakukan hal tersebut seorang kader dapat merasakan jiwa yang terus muda.

Sekali lagi! Ini bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk dilalui. Jika tertarik untuk menjadi bagian dari anggota Mapala silahkan mencoba dan jikalau jenuh, itu merupakan sebuah hal yang wajar dalam setiap organisasi.

Khusus untuk sahabat pena saya sarankan untuk menempuh jalur lain. Karena selain jalan yang terjal, kita tidak akan pernah bertemu dengan sebuah jalan buntu dalam organisasi ini.

4 komentar pada “Mapala Tidak Pensiun!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *