Mengenal Makuta Dalam Pakaian Adat Pengantin Pria

Sosial & Budaya Bagi masyarakat Gorontalo, makna Makuta bukan hanya sekedar penutup kepala saja saat upacara adat pernikahan. Tapi, Makuta memiliki filosofi tersendiri untuk penggunaannya.

Dalam bahasa indonesia, Makuta berarti Mahkota. Sebelumnya, Makuta ini bernama “Puluala”. Mulanya, Makuta ini hanya digunakan oleh para raja yang dengan sebutan Olongia. Yang memiliki simbol kekuasaan pemerintah.

Seiring berjalannya waktu, telah terjadi banyak perubahan bentuk usai berganti nama dari Puluala menjadi Makuta. Awalnya makuta terbuat dari bantali Bu’o dan duungo ayu yang memiliki arti kotak dan daun-daun kayu.

Perubahan terjadi sekitar Tahun 1892. Pada saat itu, Pemerintahan Hindia Belanda mulai menyelinap masuk untuk mempengaruhi adat istiadat dan kebudayaan Gorontalo. Termasuk ikut mempengaruhi bentuk Puluala dan pernak-perniknya.

Kalangan masyarakat Gorontalo, pengantin pria memiliki istilah raja sehari. Sehingganya, hal ini sangat erat kaitannya dengan busana pengantin pria yang bernama Makuta atau yang bermakna Mahkota dalam Bahasa Indonesia. Maka, istilah raja sehari sangat dianjurkan untuk memakai Mahkota.

Makna Yang Terkandung Dalam Atribut Makuta.

Lai-lai, letaknya menjulang keatas dan terkulai kebelakang berbentuk bulu unggas. Hiasan ini memiliki makna bahwa sang raja memiliki sifat yang arif dan bijaksana terpancar dari kelembutan budi bahasa halus laksana bulu unggas.

Pada dasarnya, tudung Makuta ini terbuat dari beledru hitam. Ada hiasan daun yang terbentuk lima helai daun. Bagian tengah yang paling tinggi menjulang ke atas, memiliki makna huruf Alif yaitu mengandung dan mengimani keesaan Tuhan.

Sedangkan jumlah lima, bermakna tahap kehidupan adat istiadat yang wajib untuk kita amalkan. Yakni :

  1. Wuudu artinya adat istiadat.
  2. Aadati artinya tata krama.
  3. Tinepo artinya penghargaan busana umat, penghalusan hukum dan aturan.
  4. Tombula’o artinya membalas penghormatan dari orang lain dalam ketegasan hukum.
  5. Buto’o artinya hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *