Mengenal Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Penatualang.id – Taman Nasional Bogani Nani Wartabone atau TN Bogani Nani Wartabone merupakan sebuah Kawasan konservasi darat terluas di Pulau Sulawesi.

Secara administratif hamparan TN Bogani Nani Wartabone terletak di 2 provinsi yakni Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan luas 282.098,93 hektar.

Pada Kawasan bagian timur TN Bogani Nani Wartabone terletak di daerah Sulawesi Utara yang menduduki sebanyak 3 kabupaten. Yakni Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow Selatan dengan luas 177.115 hektar.

Sementara itu, bagian barat TN Bogani Nani Wartabone berkudukan di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dengan luas 104.893,757 hektar.

Secara umum, hutan ini berada pada rentang ketinggian 50 (Mdpl) yang teletak pada daerah batas Kawasan bagian utaranya

Sementara itu, TN Bogani Nani Wartabone juga memiliki dataran tertinggi yang mencapai hingga 1.970 (Mdpl) yang terletak di puncak Matabulawa.

TN Bogani Nani Wartabone sendiri merupakan hutan konservasi yang seutuhnya berada di darat. Sehingga, sahabat pena tidak akan pernah menemukan hutan pantai ataupun hutan mangrove pada TN Bogani Nani Wartabone ini.

Sejarah TNBNW

Sebelum bernama TN Bogani Nani Wartabone, hutan ini merupakan penggabungan dari tiga kawasan konservasi. Yakni, Suaka Margasatwa (SM) Dumoga dengan luas 93.500 hektar.

Yang berada di kabupaten Bolaang Mongondow berdasarkan SK Menteri pertanian Nomor: 476/Kpts/Um/8/1979 pada tanggal 2 Agustus tahun 1979.

Kedua, Suaka Margasatwa (SM) Bone, luas 110.000 hektar terletak di kabupaten Gorontalo berdasarkan SK Mentan Nomor: 764/Kpts/Um/12/1979 tertanggal 5 Desember 1979.

Ketiga, dari Cagar Alam (CA) Bulawa dengan luas 75.200 hektar yang terletak di kabupaten Bolaang Mongondow berdasarkan SK Mentan No. 438/Kpts/Um/6/1980tertanggal 8 Juni tahun 1980.

Seiring berjalannya waktu, pada kongres Taman Nasional se-dunia ke 2 di Bali pada tahun 1982, Mentan mengumumkan ketiga Kawasan suaka alam dengan nama awal TN Dumoga Bone.

Nama Dumoga Bone berasal dari dua nama daerah aliran sungai yang terbesar pada Kawasan hutan ini.

Pernyataan tersebut tertuang pada Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 736/Mentan/X/1982 tertanggal 15 Oktober tahun 1982.

Setelah mengalami beberapa perubahan penamaan Kawasan dan juga luasannya, kini Taman Nasional tersebut bernama TN Bogani Nani Wartabone.

Hal ini berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.3072/Menhut-VII/KUH/2014 tentang penetapan Kawasan hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Provinsi Gorontalo.

Dengan Nomor: SK.734/Menhut-II/2014 tentang penetapan Kawasan hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Sulawesi Utara.

Sehingganya, berdasarkan kedua SK tersebut total luasan TN Bogani Nani Wartabone mencapai 282.098,93 hektar.

Amanat fungsi hutan

Pada penggabungan tiga suaka alam tersebut, tentunya mengamanatkan sejumlah fungsi dari hutan yang kini telah bernama TN Bogani Nani Wartabone. Antara lain:

  1. Pengaturan tata air, pencegahan banjir, tanah longsor dan erosi.
  2. Perlindungan jenis-jenis tumbuhan, yaitu Damar Agathis Celebica, Rangu Koordersio Dendron Pinnatum, Bayur Pterospermum Celebicum, Bintagur Callophylum Sculatin, dan Nyatoh Palaquium Obovatum.
  3. Perlindungan jenis-jenis satwa, yaitu Babi Rusa Sulawesi Babyrousa Celebensis, Anoa dataran rendah Bubalus Depressicornis, Anoa pegunungan Bubalus Querlesi, Kera Hitam Sulawesi Macaca Nigra dan Kera Hitam Gorontalo Macaca Nigrescens, Tangkasi Tarsius Tarsier, Kuskus Kerdil Sulawesi Strigocuscus Celebensis, Maleo Macrocephalon Maleo, Bangau Hitam/Sandan Glawe Ciconia Episcopus, dan Biawak Varanus Salvator.
  4. Dan yang terakhir merupakan perwakilan tipe hutan hujan dataran rendah sampai dengan hutan pegunungan.

Sumber : Seksi Konservasi Wilayah II Gorontalo.

One thought on “Mengenal Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *